Monday, December 07, 2009

Jarak Hati


Suatu hari sang guru bertanya kepada
murid-muridnya;

"Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan   marah, ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?"

Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab;

"Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu
berteriak."

"Tapi..." sang guru balik bertanya, "lawan bicaranya justru berada di sampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?"

Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar menurut pertimbangan mereka. Namun tak satupun jawaban yang memuaskan.

 
Sang guru lalu berkata; "Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik mereka begitu dekat.

Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harus berteriak. Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara ke duanyapun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi."   

 
Sang guru masih melanjutkan; "Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta? Mereka tak hanya tidak
berteriak, namun ketika mereka berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil.

Sehalus apapun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas. Mengapa demikian?" Sang guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya. Mereka nampak berpikir amat dalam namun tak satupun berani memberikan jawaban.

"Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan."  

 
Sang guru masih melanjutkan; "Ketika sedang dilanda kemarahan, janganlah hatimu menciptakan jarak. Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu. Mungkin di saat seperti itu, tak mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang bijaksana. Karena waktu akan membantu...

3 Komen:

liez said...

like this kak..

klw ad yg marah, di diemin aja yah.. cuekin, ignore.. sampai akhirnya bosen sendiri..

gmn dunks k? jgn2 yg ada malah makin berjarak.. kekeke..

evanurhayati said...

akhir2 ni banyak yang jadi Mr ato Mrs Like this nih :p hihihi

Bukan di cuekin, tapi diemin ajah dulu :P
Percuma ngomong klo masih pake emosi :P heee

Ga lahhh, yang nama na tautan hati itu kan ada kadar na.. jadi kalo stelah kita diem yang ada malah bikin jarak makin jauhhh, berarti tautan hati kita ma orang itu ga bgitu kuat donk... :D

Makes everything simple ajah, yar lebih mudah hidup na :P hihiiii

ir.tyan said...

bagaimana kalau kita emosi sama orang yang kita sayang??